Disebut Permata Dunia, Pusat Peradaban Islam Terjadi di Cordova

Umatizen | Disebut Permata Dunia, Pusat Peradaban Islam Terjadi di Cordova | Khazanah | Umatizen.com
Pada abad pertengahan, Islam pernah berkuasa di Eropa yakni Andalusia. Di negeri yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Spanyol dan Portugal itu, ummat Islam membangun peradaban maju yang berpusat di Cordoba.

Cordoba atau Cordova adalah sebuah kota di Spanyol yang terletak di atas Sungai Guadalquivir, di dataran luas dan subur di kaki Gunung Sierra Morena. Sebelum ummat Islam berkuasa, kota ini dan Andalusia secara umumnya dikuasai oleh bangsa Goth. Bangsa Goth menjadikan Toledo sebagai ibu kota pemerintahannya.

Barulah setelah ummat Islam berkuasa, Cordoba dijadikan ibu kota pemerintahan oleh penguasa Muslim bernama Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman I.

Abdurrahman Ad-Dakhil bernama lengkap Abdurrahman bin Muawiyah. Ia merupakan keturunan Hisyam bin Abdul Malik, khalifah Bani Umayyah yang pernah berkuasa di Damaskus. Sejak Abdurrahman memimpin Andalusia, Cordoba terus mengalami kemajuan.

Di sana ummat Islam hidup rukun dengan orang-orang asli Andalusia yang beragama Nasrani serta orang-orang Yahudi.

Abdurrahman Ad-Dakhil membangun Masjid Agung Cordoba (Le Mezquita) dan menjadikannya sebagai pusat pendidikan. Di masa Abdurrahman Ad-Dakhil jumlah masjid di Cordoba mencapai 490 unit kemudian bertambah menjadi 3.837. Rumah rakyat berjumlah 213.007 unit. Kalangan petinggi 60.300 unit. Tempat usaha sebanyak 80.455 unit dan jumlah permandian umum 900 unit.

Cordoba mencapai masa kejayaan di masa khalifah Abdurrahman an-Nashir. Di masa Khalifah An-Nashir, Cordoba menyaingi Konstantinopel, Ibukota Byzantium dan Baghdad Ibukota Daulah Abbasiyah hingga orang-orang barat menyebut kota ini sebagai Permata Dunia.

Pembangunan Cordoba mengalami peningkatan di masa Khalifah an-Nashir. Di masanya, jumlah penduduk Cordoba mencapai 500.000 jiwa. Cordoba menjadi kota dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia setelah Baghdad dengan jumlah 2 juta jiwa. Sementara saat itu warga Paris, Prancis, baru berjumlah sekitar 38.000 jiwa. Perbedaan yang sangat jauh.

Seorang saudagar Mosul datang ke Cordoba tahun 961 Masehi, ketika menggambarkannya ia mengatakan: “Kota di Andalusia yang paling besar adalah Cordoba. Di kawasan barat (Eropa) tidak ada kota yang serupa dengannya dari banyaknya penduduk dan luas daerah. Cordoba seperti salah satu sisi Baghdad. Jika tidak seperti itu, maka ia mirip dengannya. Kota Cordoba dibentengi dengan pagar tembok yang berbahan batu. Pintu masuknya ada dua melalui pagar tersebut.” 

“Bangunan-bangunannya padat yang meliputinya dari arah timur, utara, barat, dan selatan. Kota ini mengarah ke lembahnya. Dan di atas lembah ini terdapat tempat yang sangat ramai dengan pasar dan aktivitas ekonomi. Adapun tempat tinggal masyarakat umum berada di daerah yang ditanami banyak pohon. Secara umum penduduknya orang-orang yang berharta dan pengusaha.” [Umatizen/Bangkit]

Umatizen | Disebut Permata Dunia, Pusat Peradaban Islam Terjadi di Cordova | Khazanah | Umatizen.com